Simulasi Bencana Banjir

Berita Administrator 17 Okt 2026 9x dibaca

​

KENDAL – Dalam upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, SMP Negeri 4 Cepiring menggelar kegiatan simulasi penanggulangan bencana banjir pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dan kerja sama erat antara SMP N 4 Cepiring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal.

​Simulasi yang berlangsung di area lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, staf tata usaha, hingga seluruh siswa-siswi SMP N 4 Cepiring. Sejak bel tanda bahaya dibunyikan, seluruh civitas akademika tampak sigap dan tanggap memperagakan skenario evakuasi mandiri dari ruang kelas menuju titik kumpul (assembly point) yang aman.

​Kepala SMP N 4 Cepiring bapak Aris Suparyanto, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat kawasan sekitar sekolah memiliki potensi kerawanan bencana hidrometeorologi, salah satunya banjir.

​"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh warga sekolah paham betul langkah-langkah yang harus dilakukan saat situasi darurat terjadi. Pendidikan kebencanaan ini penting agar para siswa tidak panik, melainkan memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan diri yang baik," ujarnya.

​Dalam pelaksanaan simulasi, tim ahli dari BPBD Kendal memberikan materi mengenai tata cara evakuasi, penyelamatan dokumen penting, hingga pemetaan jalur aman. Sementara itu, tim PMI Kendal mengedukasi para siswa dan guru mengenai pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) serta penanganan korban luka akibat bencana.

​Momen Kunci Kegiatan Simulasi:

  1. ​Edukasi & Pemetaan: Penyampaian materi kesiapsiagaan bencana banjir oleh BPBD Kendal.
  2. ​Praktik Evakuasi: Pelaksanaan skenario darurat dan pengarahan siswa menuju titik kumpul aman.
  3. ​Pelatihan Pertolongan Pertama: Simulasi penanganan medis darurat oleh tim PMI Kendal.

​Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak sekolah berharap seluruh civitas akademika SMP N 4 Cepiring semakin siap dan tangguh menghadapi potensi bencana, serta dapat menyebarkan pengetahuan kesiapsiagaan ini di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

← Semua Berita

Berita Lainnya